Kamis, 11 Oktober 2012

Hubungan Motivasi Dan Tingkat Ekonomi Orang Tua Dengan Hasil Belajar IPS Geografi Siswa Kelas VIII SMP Islam Diponegoro Wagir Tahun Pelajaran



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah 
Di Indonesia ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Tuntutan masyarakat semakin kompleks dan persaingan pun semakin ketat, apalagi dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, untuk itu perlu disiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, salah satu upaya meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui jalur pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor utama bagi pengembangan sumber daya manusia karena pendidikan diyakini mampu meningkatkan sumber daya manusia sehingga dapat menciptakan manusia produktif yang mampu memajukan bangsanya, (Kunaryo, 2000). Pendidikan dalam arti luas didalamnya terkandung pengertian mendidik, membimbing, mengajar dan melatih. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok.
Tujuan pendidikan nasional berdasarkan UU RI NO. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sebagai berikut: Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakup, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan yang hendak dicapai Pemerintah Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu Pemerintah sejak Orde Baru telah mengadakan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh Rakyat Indonesia. Hal ini sesuai dengan bunyi pasal 31 ayat 1 UUD 1945, yang menyatakan bahwa: ”Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengajaran”.
Seorang guru perlu menyadari bunyi dan isi pasal ayat Undang-Undang Dasar tersebut, setiap murid berhak mendapatkan pengajaran yang sama. Dalam tugasnya sehari-hari guru dihadapkan pada suatu permasalahan yaitu ia harus memberi pengajaran yang sama kepada murid yang berbeda-beda. Perbedaan itu berasal dari lingkungan kebudayaan, lingkungan sosial, jenis kelamin dan lain-lain.
Salah satu tujuan siswa bersekolah adalah untuk mencapai hasil belajar yang maksimal sesuai dengan kemampuannya. Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui 2 (dua) jalur yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan. Jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar yang tidak harus berjenjang dan berkesinambungan. Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberi keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan (UU RI No. 20 Tahun 2003). Dengan demikian keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, sehingga latar belakang keluarga harus diperhatikan agar keberhasilan pendidikan dicapai secara maksimal.
Keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga (orang tua), anggota masyarakat dan pemerintah. Pemerintah dan masyarakat menyediakan tempat untuk belajar yaitu sekolah. Sekolah menampung siswa-siswinya dari berbagai macam latar belakang atau kondisi sosial ekonomi yang berbeda. Bahar dalam Yerikho (2007), menyatakan bahwa: pada umumnya anak yang berasal dari keluarga menengah keatas lebih banyak mendapatkan pengarahan dan bimbingan yang baik dari orang tua mereka. Anak-anak yang berlatar belakang ekonomi rendah, kurang dapat mendapat bimbingan dan pengarahan yang cukup dari orang tua mereka, karena orang tua lebih memusatkan perhatiannya pada bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kenyataan SMP Islam Diponegoro Wagir juga merupakan salah satu sekolah yang siswanya dari berbagai macam tingkat ekonomi dan pendidikan orang tua yang berbeda. Tingkat ekonomi keluarga juga memiliki hubungan untuk mencapai keberhasilan secara maksimal (Hamalik,1983).
Berdasarkan data yang didapat di TU SMP Islam Diponegoro Wagir. Tingkat ekonomi di SMP Islam Diponegoro Wagir dapat digolongkan berdasarkan 5 golongan yaitu:
1.      Golongan orang tua siswa yang berekonomi sangat tinggi, yaitu yang
pendapatan orang tuanya >Rp.1.000.000 perbulan.
2.      Golongan orang tua siswa yang berekonomi tinggi, yaitu yang pendapatan orang tuanya rata-rata antara Rp.750.000 - <Rp.1.000.000
perbulan.
3.      Golongan orang tua siswa yang berekonomi cukup, yaitu yang
pendapatan orang tuanya rata-rata antara Rp.500.000 - Rp.750.000
perbulan.
4.      Golongan orang tua siswa yang berekomomi rendah, yaitu yang
pendapatan orang tuanya rata-rata antara Rp250.000 - <Rp.500.000
perbulan. 
5.      Golongan orang tua siswa yang berekonomi sangat rendah, yaitu yang
pendapatan orang tuanya <Rp.250.000 perbulan.
Berdasarkan golongan dan data tingkat ekonomi siswa kelas VIII   yang diperoleh dari TU sekolah SMP Islam Diponegoro Wagir.  Dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 1.1 Tingkat Ekonomi Orang Tua
No
Kategori
Skor
%
2
Tinggi
9
14,3%
3
Cukup
16
25,4%
4
Rendah
22
34,9%
5
Sangat Rendah
16
25,7%
Jumlah
63
100%
Sumber: TU SMP Islam Diponegoro Wagir dan Perhitungan penulis, tahun 2012
Orang tua mempunyai peran yang cukup besar terhadap hasil belajar siswa, misalnya cara memotifasi belajar siswa untuk lebih rajin belajar bila ingin berhasil di bidang apapun, maka dari itu memerlukan dorongan yang sangat kuat dari orang tua, belajar dengan sungguh-sungguh dan diiringi dengan doa kepada Allah SWT.
Oleh karena itu untuk kemudahan dalam melakukan penghitungan, berikut penulis menyajikan data interval hasil belajar dalam matapelajaran IPS Geografi semester I siswa kelas VIII  SMP Islam Diponegoro Wagir. Dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tebel 1.2 Tingkat Ekonomi Orang Tua
N0
Kategori
Interval Nilai
Frekuensi
%
1
Tinggi
55 – 60
13
20,6%
2
Cukup
61 – 67
8
12,7%
3
Rendah
68 – 74
24
38,1%
4
Sangat Rendah
75 – 80
18
28,6%
Jumlah
63
100%      
Sumber: Guru Bidang Studi IPS Geografi dan Perhitungan penulis, tahun 2012
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan membahasnya dalam bentuk skripsi yang  berjudul: ”Hubungan Motivasi Dan Tingkat Ekonomi Orang Tua Dengan Hasil Belajar IPS Geografi Siswa Kelas VIII SMP Islam Diponegoro Wagir Tahun Pelajaran 2011/2012”

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, permasalahan sebagai berikut:
1.      Apakah ada hubungan motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Islam Diponegoro Wagir?
2.      Apakah ada hubungan tingkat ekonomi orang tua siswa dengan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Islam Diponegoro Wagir?
3.      Apakah ada hubungan motivasi belajar siswa dan tingkat ekonomi orang tua dengan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Islam Diponegoro Wagir?
C.    Tujuan penelitian
Tujuan mengadakan penelitian ini adalah:
1.      Untuk mengetahui apakah ada hubungan motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Islam Diponegoro Wagir. 
2.      Untuk mengetahui apakah ada hubungan kondisi sosial ekonomi orang tua dengan hasil belajar Geografi.
3.      Untuk mengetahui apakah ada hubungan motivasi belajar siswa dan tingkat ekonomi orang tua dengan hasil belajar Geografi.
D. Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi:
1.      Siswa
Melalui penelitian ini, siswa diharapkan dapat meningkatkan hasil belajarnya melalui bimbingan dan perhatian orang tua.
2.      Guru
Guru dalam hal ini dapat mengambil manfaat dari hasil penelitian tersebut. Bagi guru agar dapat untuk meningkatkan profesionalismenya dalam mengajar. Sehingga akan dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang direncanakan.
3.      Sekolah
Sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijaksanaan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah sebagai bahan pustaka disekolah.

4.      Orang Tua
Dalam kaitanya dengan penelitian tersebut, orang tua murid agar ikut memotivasi belajar anak sehingga dapat mencapai hasil belajar yang baik sesuai dengan harapan orang tua.
E.     Ruang Lingkup Penelitian
Tabel 1.3 Ruang Lingkup Penelitian
NO
Variabel
Sub Variabel
Indikator
1
Motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Islam Diponegoro Wagir (X1)
1.   Motivasi




2.   Keinginan








3.   Peranan Oran tua
1.   Peran penting belajar
2.   Menginginkan prestasi

1.   Keinginan untuk menjadi orang penting dimuka bumi ini
2.   Berusaha melakukan suatu hal dengan lebih baik lagi

1.   Semangat dan dorongan dari orang tua
2.   Harapan atau keinginan dari orang tua
2
Tingkat ekonomi orang tua siswa kelas VIII  SMP Islam Diponegoro Wagir (X2)
1.   Pendapatan orang tua




1.   pendapatan perbulan orang tua
2.   Pendapatan sampingan   perbulan
2.   Tanggungan keluarga
1.   Banyaknya orang dalam satu keluarga
2.   Pengeluaran perbulan
3.   Pekerjaan orang tua
1.   Pekerjaan tetap
2.   Pekerjaan sampingan
4.   Kekayaan atau fasilitas
1.   Barang-barang
2.   berharga
3.   Kendaraan pribadi
5.   Tempat tinggal (rumah)
1.   Status rumah yang ditempati
2.   Kondisi fisik bangunan
3.   Besar rumah
3
Hasil belajar Siswa kelas VIII  SMP Islam Diponegoro Wagir (Y)
Hasil belajar siswa
Nilai Rapor semester I IPS Geografi siswa kelas VIII SMP Islam Diponegoro Wagir

F.     Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan penelitian merupakan hal-hal yang membatasi yang berhubungan dengan penelitian ini, untuk jelasnya maka keterbatasan dalam penelitian adalah:
1.      Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Islam Diponegoro tahun pelajaran 2011/2012 pada semester I yang berjumlah 63 siswa.
2.      Peneliti hanya melakukan penelitian pada mata pelajaran IPS Geografi Semester I Tahun Pelajaran 2011/2012.

G.    Definisi Operasional
Untuk menghindari kesalahan pemahaman dalam penelitian ini, penulis membuat batasan sebagai berikut:
1.      Motivasi Belajar
Motivasi belajar siswa adalah kemampauan siswa kelas VIII SMP Islam Diponegoro Wagir sabagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai tujuan. Motivasi siswa diukur mengunakan lembar observasi motivasi belajar siswa.
2.      Tingkat ekonomi
Kondisi sosial adalah keadaan masyarakat suatu Negara pada saat tertentu. Ekonomi diartikan sebagai pemanfaatan uang, tenaga, waktu, yang berharga, (Poerwodarminta, 1983). Yang dimaksud dengan kondisi sosial ekonomi dalam penelitian ini adalah keadaan atau latar belakang dari suatu keluarga yang berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan dan pendapatan keluarga.
3.      Hasil Belajar
Hasil belajar adalah skor atau nilai rapor yang di peroleh peserta didik pada setiap satu semester untuk matapelajaran IPS  Geografi kelas VIII SMP Islam Diponegoro Wagir.
4.      IPS Goegrafi
IPS Geografi adalah salah satu mata pelajaran yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan  (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Yang dimaksud hasil belajar Geografi dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Geografi dengan melihat nilai rata-rata mata pelajaran Geografi kelas VIII Semester I SMP Islam Diponegoro Wagir.

Bagi yang Tertarik untuk mendapatkan BAB II-V silahkan Hubungi Adim disini
https://www.facebook.com/rudy.johakng Matur Thenks You Akeh-akeh,,HeHeHe

0 komentar:

Posting Komentar